proses manufaktur adalah

Proses Manufaktur Adalah: Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Share on:

Pernahkah Anda berpikir bagaimana smartphone yang Anda gunakan atau mobil yang Anda kendarai diproduksi? Semua itu melalui proses manufaktur. Proses manufaktur adalah sebuah sistem kompleks yang mengubah bahan mentah menjadi produk siap pakai dengan teknik dan teknologi canggih. 

Dari produksi massal di industri otomotif hingga manufaktur khusus dalam industri elektronik, setiap proses memiliki metode dan strateginya sendiri. Di era industri 4.0, manufaktur tidak lagi hanya soal pembuatan barang, tetapi juga tentang efisiensi, otomatisasi, dan inovasi teknologi. Mari kita bahas lebih dalam tentang apa itu proses manufaktur, jenis-jenisnya, serta contoh aplikasinya dalam berbagai industri. 

Apa itu Proses Manufaktur?

Proses manufaktur adalah serangkaian aktivitas yang mengubah bahan mentah menjadi produk jadi melalui penggunaan alat, mesin, energi, dan tenaga kerja. Tujuan utamanya adalah menghasilkan barang yang memenuhi spesifikasi desain dan kebutuhan konsumen dengan efisiensi tinggi.​

Apa itu Proses Manufaktur

Dalam konteks perancangan produk, aspek-aspek terkait proses manufaktur dan rantai pasok harus dipertimbangkan untuk memastikan bahwa desain yang dihasilkan tidak hanya memenuhi kebutuhan konsumen tetapi juga sesuai dengan batasan-batasan manufaktur dan rantai pasok. ​

Selain itu, pemilihan material dan teknologi proses yang tepat sangat penting dalam proses manufaktur. Misalnya, dalam pembuatan komponen berbasis polimer, teknologi seperti Fused Deposition Modelling (FDM) memungkinkan produksi benda kerja dengan geometri rumit secara efisien dan cepat. 

Sementara menurut Diktat Proses Manufaktur, proses manufaktur adalah serangkaian aktivitas terorganisir untuk menghasilkan barang dengan kualitas yang diinginkan. Ini mencakup penggunaan teknologi, mesin, dan tenaga kerja untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi melalui tahapan seperti perancangan, pengolahan, dan pengujian.

Dengan demikian, proses manufaktur mencakup berbagai metode dan teknologi yang dirancang untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, dengan mempertimbangkan efisiensi, kualitas, dan kebutuhan pasar.

Baca Juga: 15 Software Manufaktur Terbaik di 2025 Menurut ERP.org

Jenis-Jenis Proses Manufaktur

Dalam industri manufaktur, proses produksi dapat dikategorikan ke dalam tiga model utama, yaitu Make to Stock (MTS), Make to Order (MTO), dan Make to Assemble (MTA). Setiap model memiliki pendekatan yang berbeda dalam pengelolaan produksi, persediaan, dan pemenuhan permintaan pelanggan. Berikut adalah penjelasan masing-masing:

Jenis Jenis Proses Manufaktur

Make to Stock (MTS)

Make to Stock (MTS) adalah sistem manufaktur di mana produk dibuat dalam jumlah besar sebelum ada pesanan spesifik dari pelanggan. Model ini didasarkan pada prediksi permintaan pasar, sehingga perusahaan harus memiliki strategi pengelolaan stok yang baik agar tidak mengalami overstock (kelebihan persediaan) atau stockout (kehabisan persediaan).

Produksi massal dan kontinu: Produk dibuat dalam jumlah besar dan disimpan dalam gudang sebelum dijual.
Waktu pemenuhan lebih cepat: Karena stok sudah tersedia, pelanggan tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan produk.
Risiko persediaan tinggi: Jika prediksi permintaan tidak akurat, perusahaan bisa mengalami kelebihan atau kekurangan stok.

Make to Order (MTO) 

Make to Order (MTO) adalah sistem manufaktur di mana produk hanya dibuat setelah ada pesanan dari pelanggan. Model ini memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan produk sesuai spesifikasi pelanggan, tetapi dengan konsekuensi waktu produksi yang lebih lama dibandingkan MTS.

Produksi fleksibel: Produk dibuat sesuai permintaan pelanggan, sehingga lebih personal dan sesuai kebutuhan.
Minim risiko persediaan berlebih: Karena produksi hanya dimulai setelah ada pesanan, perusahaan tidak perlu menyimpan stok dalam jumlah besar.
Waktu tunggu lebih lama : Pelanggan harus menunggu hingga produk selesai diproduksi.

Make to Assemble (MTA)

Make to Assemble (MTA) adalah kombinasi antara MTS dan MTO, di mana komponen utama produk sudah diproduksi dan disimpan sebagai stok, tetapi perakitan akhir dilakukan setelah ada pesanan pelanggan. Model ini memungkinkan produksi yang lebih fleksibel dengan tetap mempertahankan kecepatan pemenuhan pesanan.

Stok komponen tersedia, bukan produk jadi: Komponen utama disimpan dalam gudang, sementara perakitan akhir dilakukan berdasarkan permintaan pelanggan.
Lebih fleksibel daripada MTS: Bisa menyesuaikan produk akhir dengan preferensi pelanggan tanpa harus memulai produksi dari nol.
Waktu pemenuhan lebih cepat dibandingkan MTO: Karena komponen utama sudah tersedia, waktu produksi lebih singkat dibandingkan manufaktur berbasis pesanan murni.

Baca Juga: 5 Tantangan HR di Industri Manufaktur beserta Solusinya

Contoh Proses Manufaktur dalam Berbagai Industri

Proses manufaktur digunakan di berbagai sektor industri untuk mengubah bahan mentah menjadi produk jadi yang siap digunakan oleh konsumen atau industri lainnya. Setiap sektor memiliki pendekatan produksi yang berbeda tergantung pada jenis produk, teknologi yang digunakan, serta skala produksi. Berikut adalah beberapa contoh proses manufaktur yang umum ditemukan di berbagai industri:

Contoh Proses Manufaktur dalam Berbagai Industri

Industri Otomotif 

Dalam industri otomotif, proses manufaktur melibatkan perakitan berbagai komponen kendaraan seperti mesin, sasis, dan interior menjadi satu kesatuan yang siap digunakan. Pabrik otomotif menggunakan robotik dan sistem otomatisasi untuk meningkatkan efisiensi produksi.

  • Produksi mobil oleh Toyota dan Honda menggunakan konsep Lean Manufacturing untuk mengurangi pemborosan dalam proses produksi.
  • Tesla menggunakan robot otomatisasi canggih untuk mempercepat produksi kendaraan listrik.

Metode yang digunakan adalah Make to Assemble (MTA), komponen utama seperti mesin dan bodi kendaraan diproduksi terlebih dahulu, lalu dirakit sesuai dengan spesifikasi pelanggan.

Industri Elektronik

Industri elektronik membutuhkan manufaktur dengan tingkat presisi tinggi untuk memproduksi komponen seperti chip, motherboard, dan layar. Produksi elektronik sering menggunakan proses otomatisasi tinggi dan perakitan modular. Metode yang digunakan adalah Make to Stock (MTS), komponen elektronik diproduksi dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan global.

  • Produksi smartphone oleh Apple dan Samsung, yang mengandalkan manufaktur berbasis robotik dan rantai pasok global.
  • Intel dan AMD yang memproduksi chip prosesor dengan teknologi nanolitografi.

Industri Makanan dan Minuman

Proses manufaktur dalam industri makanan melibatkan pencampuran bahan, pengemasan otomatis, dan sterilisasi untuk memastikan keamanan pangan. Metode yang dipakai merupakan Make to Stock (MTS), produk diproduksi dalam jumlah besar dan didistribusikan ke pasar global.

  • Nestlé memproduksi makanan dan minuman instan menggunakan teknologi food processing dan sterilisasi.
  • Coca-Cola menggunakan sistem bottling line otomatis untuk mengisi dan menyegel jutaan botol per hari.

Industri Konstruksi

Dalam industri konstruksi, manufaktur digunakan untuk memproduksi material bangunan seperti beton, baja, dan panel prefabrikasi yang digunakan dalam pembangunan gedung dan infrastruktur. Ini menggunakan metode Make to Order (MTO) dan Make to Stock (MTS), beberapa material seperti semen diproduksi dalam jumlah besar, sementara elemen konstruksi prefabrikasi sering dibuat berdasarkan pesanan proyek tertentu.

  • Holcim dan Semen Indonesia memproduksi semen dalam skala besar menggunakan proses pemanasan dan pencampuran mineral.
  • Pabrik baja seperti Krakatau Steel memproduksi baja lembaran untuk kebutuhan industri dan konstruksi.

Optimalkan Proses Manufaktur dengan Teknologi Terbaik

Proses manufaktur memainkan peran penting dalam mengubah bahan mentah menjadi produk siap pakai di berbagai industri, mulai dari otomotif, elektronik, makanan, farmasi, hingga konstruksi. Efisiensi, akurasi, dan fleksibilitas dalam produksi menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing perusahaan. 

Dengan memilih metode manufaktur yang tepat—baik Make to Stock (MTS), Make to Order (MTO), maupun Make to Assemble (MTA)—perusahaan dapat mengoptimalkan rantai pasok, mengurangi pemborosan, serta meningkatkan produktivitas dan kualitas produk. Namun, tanpa sistem manajemen yang kuat, proses manufaktur dapat menjadi kompleks dan sulit dikendalikan.

Untuk memastikan kelancaran operasi manufaktur, SAP S/4HANA dari Weefer adalah solusi terbaik. Sebagai ERP manufaktur berbasis cloud, SAP S/4HANA membantu bisnis dalam mengelola produksi secara real-time, mengoptimalkan inventaris, merampingkan rantai pasok, serta meningkatkan efisiensi dan transparansi operasional. Dengan fitur AI, otomatisasi, dan analitik data yang canggih, perusahaan dapat membuat keputusan lebih cepat dan strategis dalam menghadapi tantangan industri.

Siap meningkatkan efisiensi manufaktur dan membawa bisnis Anda ke level berikutnya?

Sistem ERP membantu Anda menyederhanakan seluruh proses bisnis, termasuk mengelola finansial perusahaan, sumber daya manusia, manufaktur, supply chain, service, procurement dan masih banyak lagi.

Hubungi SalesDemo Gratis Sekarang

Share on:

Author

Wahyu Dwi

Categories: (1)

SAP S/4HANA
To the top
email-subscribe

Tetap terhubung dan terinformasi. Berlangganan newsletter kami dan dapatkan akses eksklusif ke event, diskon, dan tips yang hanya kami bagikan melalui email.